OPINI DAN FAKTA

 OPINI DAN FAKTA

Opini, pendapat, atau pendirian (Inggris: opinion) adalah pendapat, ide atau pikiran untuk menerangkan preferensi atau kecenderungan tertentu terhadap ideologi dan perspektif yang memiliki sifat tidak objektif. Opini merupakan tanggapan terhadap rangsangan yang disusun melalui interpretasi personal. Maka dari itu, pandangan atau penilaian dalam opini tidak didukung oleh fakta atau pengetahuan positif. Opini berbentuk pernyataan tidak meyakinkan dan sering digunakan dalam berbagai hal subjektif yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Hal itu terjadi karena opini dipengaruhi oleh pemikiran, perspektif, perasaan, sikap, pengalaman, keinginan, keyakinan, nilai, pemahaman seseorang tanpa bukti konkret

Dari segi isi, kebenaran opini bisa disesuaikan dengan kenyataan pada kepentingan tertentu. Dari segi kebenaran, opini dikatakan benar atau tidak disesuaikan dengan data pendukung atau konteks yang dijabarkan. Dari segi pengungkapan. opini cenderung persuasif dan argumentatif. Dari segi penalaran, opini cenderung bersifat deduktif

Opini publik telah berkembang dari istilah opini umum sejak abad ke-18. Pada tahun 1781, istilah opini publik muncul dalam kamus Oxford Dictionary. Pada abad 18 dan 19, pengertian bebas dari opini publik masih berhubungan dengan perbedaan antara publik umum dengan publik yang bersifat pribadi. Artinya, opini publik terbatas hanya pada sesuatu yang bersifat lebih umum. Adanya pendekatan bidang sosial dalam komunikasi massa, khususnya komunikasi interpersonal membuat opini ini disampaikan dan dapat diterima oleh publik. Maka dari itu, dalam lingkungan publik yang heterogen dibutuhkan orang yang berjiwa opini leader, yaitu pribadi yang bisa menciptakan dan mempengaruhi opini publik, pemikir elite, memiliki kemampuan sebagai pemimpin dan terampil membawakan pembicaraan maupun pendapat untuk mencapai tujuan tertentu.

Fakta (bahasa Latin: factus) adalah segala hal yang bisa ditangkap oleh indra manusia berupa data dari keadaan nyata yang telah terbukti kebenarannya. Catatan pengumpulan berbagai fakta disebut data. Fakta sering diyakini oleh khalayak sebagai sebuah kebenaran, baik karena telah mengalami kenyataannya dari dekat maupun dianggap telah melaporkan suatu pengalaman orang lain yang telah terjadi. Fakta yang didefinisikan harus teruji secara ketat, dapat diukur, bisa diamati, dan paling utama adalah dapat dibuktikan. Hal ini dapat menjadi acuan pada sesuatu pernyataan benar dan digunakan untuk kepentingan studi dan penelitian. Fakta dapat berbentuk peristiwa atau informasi berdasarkan kenyataan yang dapat diuji melalui verifiability serta didukung bukti, statistik, dan dokumentasi. Oleh karena itu, fakta bisa diverifikasi dan disepakati oleh sebuah kumpulan orang.

Fakta ilmiah dipahami sebagai entitas yang ada dalam struktur sosial kepercayaan, institusi, akreditasi dan praktik individual yang sangat kompleks. Dalam filsafat ilmu, sering menjadi bahan pertanyaan (yang paling dikenal oleh Thomas Kuhn) bahwa fakta ilmiah selalu dipengaruhi oleh teori (theory-laden). Fakta ilmiah menekankan pada suatu hasil dari pengamatan objektif yang bisa diverifikasi oleh semua kalangan. Contoh fakta dalam sains adalah manusia berjalan menggunakan dua kaki. Fakta dalam ilmu fisika adalah benda yang dilempar ke atas akan kembali jatuh ke bawah. Fakta dalam ilmu biologi adalah daun mangga berwarna hijau, sementara bunga mawar berwarna merah. Fakta ilmiah merujuk pada bentuk pengetahuan paling sederhana dalam sains. Kumpulan dari fakta-fakta dapat digunakan untuk membentuk konsep sebagai abstraksi dari objek atau peristiwa alam yang menjadi kajian dalam sains. Konsep dapat berbentuk sederhana seperti konsep air, api, tanah, awan, hujan, dan lain sebagainya. Konsep-konsep ini tergolong sederhana karena langsung merujuk langsung ke objek yang terdapat di alam. Selain konsep yang seperti itu, konsep juga dapat berupa peristiwa yang sangat kompleks seperti metabolisme yang banyak melibatkan proses kerja dari organ tubuh yang lain.

 

Ehniger, D. Influence, belief, and argument: An Introduction to responsible persuasion. Glenview, IL: Scott, Foresman. Page 51-52.

Heryanto, Gun Gun, dkk (2019). Literasi Politik. Yogyakarta: IRCiSoD. hlm. 308. ISBN 978-602-7696-89-1.

Mardatila, Ani (25 Oktober 2020). "Perbedaan Fakta dan Opini Beserta Masing-masing Pengertiannya Halaman 3". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-21.

Mardatila, Ani (25 Oktober 2020). "Perbedaan Fakta dan Opini Beserta Masing-masing Pengertiannya Halaman 3"merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-21.

Noperman, Feri (2020-06-07). Pendidikan Sains dan Teknologi: Transformasi sepanjang masa untuk kemajuan peradaban. Bengkulu: Unib press. hlm. 57. ISBN 978-602-5830-18-1.

Risda (2019). "Kemampuan Menentukan Fakta dan Opinipada Teks Berita Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Sigi Biromaru". Jurnal Bahasa dan Sastra Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tadulako. 4 (2): 64. ISSN 2302-2043.

Rumanti, Maria Assumpta (2002). Dasar Dasar Public Relation (Tiori dan Praktik). Jakarta: Grasindo. hlm. 60–61. ISBN 978-979-695-876-4.

Vardiansyah, Dani. Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Indeks, Jakarta 2008. Hal.3

Komentar